Pages

Tuesday, December 17, 2019

Netizen Sorot Baliho Anggota DPRD Siantar - Tagar News

Pematangsiantar - Sebuah baliho ukuran besar milik anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, terpajang memuat ucapan Selamat Tahun Baru 2020.

Baliho tersebut milik Rini Silalahi, anggota DPRD Pematangsiantar dari Partai Golkar, diletakkan di Jalan Sudirman, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Dalam baliho berlatar warna kuning itu, terpampang foto wajah Rini dan ada logo Partai Golkar, lalu di bawah tertulis namanya Hj Rini Silalahi. 

Kemudian di bawahnya tertulis "Mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2020. Semoga Kita Semakin Maju dan Sejahtera".

Baliho itu kemudian menjadi sorotan netizen ketika Fernando Sihotang, seorang aktivis dan pengamat keberagaman di Sumatera Utara menjepretnya lalu diunggah di media sosial Facebook.

Fernando mengunggahnya pada Selasa 17 Desember 2019 sekitar pukul 18.00 WIB, dengan menuliskan status: "Indahnya toleransi di kota Siantar..Keanehan Anggota DPRD di Pematangsiantar. Sambil menautkan foto baliho tersebut".

Ragam komentar muncul, terutama mempertanyakan kenapa Rini langsung mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2010, dan seperti melewatkan ucapan Natal.

Seorang netizen bernama Tomy Andrian, menyebut, "Muslim memang gk boleh mengucapkan itu bro Fernando Sihotang," tulisnya.

Interpretasi beragam mungkin saja terjadi di tengah maraknya fragmentasi berbasis agama

Pendapat berbeda datang dari Nestor Rico Tambun, seorang penulis kawakan Tanah Air. Dia menulis,"Padahal Siantar itu selalu masuk 10 kota paling toleran di Indonesia, bahkan pernah di urutan 1. Siantar sudah masuk angin juga rupanya....".

Fernando yang dihubungi Tagar menyebut, apa yang dilakukan oleh Rini Silalahi adalah tendensius dan, bisa saja leading framing di masyarakat yang bisa saja diinterpretasi beragam.

"Beliau sebagai pejabat publik yang dipilih oleh warga Kota Siantar (walaupun tidak semua) merupakan wajah kota ini. Terlebih lagi ekspresi beliau dilakukan di ruang publik," kata Fernando.

Seharusnya, kata Fernando, Rini sebagai wakil rakyat menaruh kesetiaan pada konstituennya yang tidak datang dari satu golongan saja.

"Tentu saja beliau dapat membangun sebuah justifikasi atas ekspresinya. Namun kembali lagi pada posisi dasar beliau sebagai wakil rakyat harus menaruh kepentingan publik yang beragam di atas kepentingan diri dan pilihan pribadinya," tukasnya.

Fernando menyebut kekhawatirannya, apa yang dipertontokan Rini kepada warga kota akan memberikan dampak serius terhadap keadaan asli masyarakat Kota Pematangsiantar yang dikenal majemuk.

"Interpretasi beragam mungkin saja terjadi di tengah maraknya fragmentasi berbasis agama dan keyakinan di beberapa wilayah di Indonesia," kata Fernando.

Sementara itu, salah seorang pengurus Partai Golkar Pematangsiantar, Zainul Siregar dikonfirmasi Selasa 17 Desember 2019 malam, menyebut,"Kenapa rupanya, salahkah seseorang mengucapkan Selamat Tahun Baru tanpa mengucapkan Selamat Natal?" tulisnya melalui pesan WhatsApp. []

Berita terkait

Let's block ads! (Why?)

https://www.tagar.id/netizen-sorot-baliho-anggota-dprd-siantar

No comments:

Post a Comment