Pages

Wednesday, January 1, 2020

Banjir Menerjang, Waspadai Penyakit yang Datang

Banjir Menerjang, Waspadai Penyakit yang Datang

Ilustrasi (tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Banjir kembali datang di berbagai daerah. Saat banjir menrjang dan setelah air surut, bibit penyakit pun merajalela. Bibit-bibit penyakit ini kerap mengincar anak-anak karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam masa perkembangan. Salah satu yang paling kentara, penyakit kulit.

Dr. Ganda Anang Sefri Ardiyanto (29) mengatakan, "Penyakit kulit kerap ditemui pascabanjir karena air tercemar bibit penyakit. Ingat, air sarana yang digunakan untuk mandi. Maka kulit yang akan mengalami paparan pertama. Kulit anak-anak lebih sensitif, sehingga ketika terkena air yang tercemar segera menimbulkan gatal-gatal (karena proses alergi)."

Untuk menghindari hal itu orangtua diharapkan menggunakan air dari sumber yang bersih atau yang sudah diberi disinfektan. Gunakan sabun sesuai dengan karakter kulit masing-masing. Ancaman berikutnya, diare. Air yang tercemar genangan banjir memungkinkan bakteri berkembang lebih pesat. Diare salah satu ancaman terbesar bagi seluruh anggota keluarga. 

"Yang perlu diwaspadai orangtua ketika si kecil diare adalah derajat dehidrasi yang ditentukan oleh penurunan berat badan lebih dari 2,5 persen. Cirinya, anak gampang gelisah atau rewel, matanya terlihat cekung, terlihat sangat haus, lahap minum. Kalau sudah begini, si kecil perlu dibawa ke pusat layanan kesehatan. Jangan ditunda agar tindakan medis dapat ditempuh," Ganda mengingatkan. 

Lagi ia menambahkan, "WHO menganjurkan empat hal penting dalam penanggulangan diare si kecil. Pertama, penggantian cairan (rehidrasi oral). Kedua, bagi batita, pemberian makanan terutama ASI harus diteruskan selama diare. Ketiga, tidak disarankan menggunakan obat antidiare (kecuali jika sudah diketahui penyebab diare). Keempat, berikan penjelasan terhadap ibu dalam hal pola pengasuhan di rumah. Misalnya, cara pembuatan oralit dan cara memberikannya."

Di luar penyakit kulit dan diare, ada pula penyakit pencernaan. Tifus misalnya. Dalam hal ini makanan menjadi faktor penentu. Gejalanya berupa demam yang meningkat pada sore-malam hari dan menurun pada pagi atau siang. Bisa juga disertai gangguan saluran pencernaan seperti diare, mual, dan muntah. Waspadai pula Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Infeksi disebabkan oleh virus, bakteri dan mikroba lain. Gejala utamanya batuk, pilek, dan demam.

Gejala yang lebih berat berupa sesak nafas, nyeri dada, dan nafas pendek. Pertolongan pertama yang dapat diberikan sebelum dibawa ke dokter, istirahat, cukup makan, dan berikan obat berdasarkan gejala. Namun, apabila tidak terjadi pengurangan gejala misalnya, demam semakin tinggi, anak susah bernafas, terdengar bunyi "nggrok-nggrok" saat bernafas, rewel atau bahkan tidak sadarkan diri, Anda harus membawa si kecil ke rumah sakit terdekat.

(wyn/adm)

Rekomendasi

Let's block ads! (Why?)

https://aura.tabloidbintang.com/articles/kesehatan/141228-banjir-menerjang-waspadai-penyakit-yang-datang

Viral Pedagang Gorengan Tetap Jualan saat Banjir Jakarta 2020 - Suara.com

Suara.com - Seorang penjual gorengan terlihat tetap menjajakan dagangan meskipun air telah menggenangi tempatnya berjualan.

Fotonya menjadi viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @jktinfo pada Rabu (1/1/2020).

Pantauan Suara.com, foto tersebut telah mendapatkan lebih dari 49 ribu like setelah 4 jam diunggah. Ada 660 komentar yang ditulis di sana.

Foto pedagang gorengan yang tetap berjualan ini pertama kali diunggah oleh akun @dimas_86 dalam melalui insta story.

Dimas menuliskan keterangan, "Tukang gorengan ini penyelamat jiwa-jiwa yang kelaparan".

Dia juga memberikan lokasi di RS TNI AL Mintohardjo, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada foto tersebut.

Viral Pedagang Gorengan Tetap Jualan saat Jakarta Banjir (instagram @jktinfo dan @dimas_86)
Viral Pedagang Gorengan Tetap Jualan saat Jakarta Banjir (instagram @jktinfo dan @dimas_86)

Kemudian dalam unggahan insta story berikutnya, Dimas memperlihatkan sosok pedagang gorengan yang tetap berjualan meskipun sedang banjir ini.

"Kang gorengannya juaraa," tulis @dimas_86.

Dalam swafoto yang diunggahnya itu terlihat pedagang sedang sibuk membungkus gorengan. Sementara air terlihat menggenang yang tingginya hingga setengah roda gerobak penjual itu.

Salah satu warganet @novio04 menulis komentar, "Konsisten ya dia, waktunya jualan ya jualan."

"Mantap kang gorengan. Jasamu akan dikenang," komentar @dwinurhidayat15.

"Kang gorengannya jiwa marketingnya hebat banget emang," tulis @yueiu.

Untuk diketahui, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta terpantau cukup parah sebagaimana diinformasikan oleh TMC Polda Metro Jaya.

Di Jakarta Pusat, banjir memasuki rumah warga di Jalan Bangau 6 dan Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Banjir setinggi 20-40 sentimeter (cm) di depan Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dan banjir 40 cm di samping Pos Halim Baru dan Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.

Ketinggian air banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur bahkan mencapai leher orang dewasa. Alhasil, masyarakat terpaksa mengungsi lantaran banjir tak kunjung surut.

Let's block ads! (Why?)

https://www.suara.com/news/2020/01/01/144625/viral-pedagang-gorengan-tetap-jualan-saat-banjir-jakarta-2020