"Sudah saya cek, bukan itu orangnya," ujar Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).
Arief mengaku sudah mengecek hal tersebut kepada orang yang bersangkutan. Ia mengatakan foto yang tersebar di media sosial bukan Yudistira anggota IT KPU.
Ia menjelaskan Yudistira yang saat ini terdaftar sebagai anggota tim IT KPU merupakan hasil perekrutan kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Arief mengatakan KPU bekerja sama dengan ITB untuk sistem penghitungan (Situng).
"Orang itu (Yudistira), orang ITB. KPU itu kerja sama dengan ITB. ITB-lah yang mengerjakan ini," jelas Arief.
Di media sosial ramai beredar seorang bernama Yudistira Dwi Wardhana disebutkan merupakan konsultan IT KPU sekaligus aktivis gerakan tagar 2019 Ganti Presiden. Yudis disebutkan mengendalikan Situng KPU, sehingga hasil Situng diduga berpihak kepada salah satu paslon presiden-wapres tertentu.
Foto: Pria bernama Yudistira yang disebut-sebut sebagai anggota tim IT KPU dan aktivis 2019 Ganti Presiden (Dok. istimewa) |
Berikut kabar tentang Yudistira yang tersebar di media sosial dan telah dibantah Arief:
Pendalaman terkait Yudis, konsultan IT KPU yang mengendalikan Sistem Penghitungan (Situng) KPU, sbb:
1. Yudis nama lengkapnya Yudistira Dwi Wardhana Asnar
2. Ybs lulusan teknik informatika ITB angkatan 1997
3. Ybs saat ini menjadi dosen di Fakultas Teknik Informatika ITB
4. Ybs saat mahasiswa menjadi aktifis masjid Salman yang radikal dan dekat dengan PKS
5. Berdasarkan informasi dari teman angkatannya, Ybs secara terbuka mendukung Paslon 02 dalam Pilpres 2019
6. Ybs kemudian mendapatkan pekerjaan dari KPU untuk membangun dan mengembangkan Situng KPU pada Pemilu 2019
7. Ybs juga menjadi Super Admin dalam Situng KPU yang mempunyai kewenangan menentukan username dan password operator Situng KPU, serta koreksi hasil input data perolehan suara Paslon Pilpres 2019
Catatan:
1. Posisi Super Admin dalam IT KPU selama ini seharusnya dipegang oleh pihak internal.
KPU dan tidak diperbolehkan dipegang oleh pihak luar KPU, demi menjaga kerahasiaan dan keamanan sistem IT lembaga negara.
2. Berdasarkan rekam jejak maka Ybs mempunyai potensi untuk menyalahgunakan posisinya sebagai Super Admin Situng KPU, guna kepentingan Paslon 02, yang saat ini mengklaim sebagai pemenang Pilpres 2019.
3. Perlu untuk melakukan tindakan pencegahan, agar Ybs tidak menyalahgunakan posisinya sebagai Super Admin Situng KPU, karena Ybs memegang kunci untuk merubah hasil perolehan suara dalam Situng KPU.
(tsa/hri)
Foto: Pria bernama Yudistira yang disebut-sebut sebagai anggota tim IT KPU dan aktivis 2019 Ganti Presiden (Dok. istimewa)
No comments:
Post a Comment