TABLOIDBINTANG.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak puas dengan respon pemerintah Arab Saudi dalam mengungkap kasus pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.
Donal Trump mengatakan ini setelah pemerintah Saudi, yang merupakan sekutu dekat AS, mengakui Jamal Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam Konsulat Jederal Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.
"Saya tidak puas dengan apa yang saya dengar," kata Trump kepada media di Gedung Putih pada Senin, 22 Oktober 2018, seperti dilansir ABC News. Dia mendesak pemerintah Arab Saudi mempercepat proses investigasi dan tidak menghabiskan waktu hingga sebulan. Itu waktu yang lama. Tidak ada alasan untuk selama itu. Lebih cepat," kata Trump.
Pemerintah Arab Saudi, seperti dilansir kemenlu Saudi, telah menangkap 18 orang tersangka yang terlibat dalam pembunuhan itu. 5 orang pejabat tinggi diberhentikan termasuk Deputi Kepala Intelijen Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri, yang diduga terlibat mengorganisir pengiriman tim pembunuh itu ke Istanbul.
Anadolu melansir, Trump awalnya mengatakan penjelasan Arab Saudi bahwa jurnalis senior Jamal Khashoggi, 60 tahun, tewas sebagai permulaan yang bagus. Dia bahkan sempat memuji Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman sebagai pemimpin yang kuat dan mampu memimpin anak buahnya.
Pemerintah Arab Saudi hingga kini mengaku tidak tahu menahu di mana jasad Jamal Khashoggi berada. Seorang pejabat mengatakan jasad jurnalis senior itu diserahkan kepada operator lokal di Istanbul untuk dibuang ke hutan di tepi kota. Namun ada dugaan jasad Khashoggi telah dibawa dalam koper besar oleh koordinator pembunuhan itu, yang disebut sebagai petugas intelijen dan pengawal dari Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman.
Ada juga Versi lain menyebut sebuah koper besar dibawa seorang petugas intelijen Maher Abdulaziz Mutrib, yang juga merupakan pengawal Putra Mahkota Arab Saudi dalam berbagai kunjungan ke luar negeri. Mutrib terekam kamera CCTV di Bandara Attartuk pada sore hari 2 Oktober 2018. "Mutrib yang membawa paspor diplomatik muncul tergesa-gesa," kata sumber itu seperti dilansir Middle East Eye. Satu pesawat sewaan meninggalkan Turki pada sore hari. Dan satu pesawat lagi terbang dari Turki pada malam hari.
Sementara Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengutuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi saat berbicara di DPR Inggris pada Senin, 22 Oktober 2018 waktu setempat. Dia juga mendesak parlemen Inggris untuk ikut mengutuk kejadian itu. “Saya yakin seluruh anggota DPR akan bergabung dengan saya dalam mengutuk pembunuhan Jamal Khashoggi dalam pernyataan paling keras,” kata dia. May menegaskan kebenaran harus diungkap. “Kita harus tahu kebenaran mengenai apa yang terjadi,” katanya mengenai kasus Jamal Khashoggi.
https://www.tabloidbintang.com/berita/peristiwa/read/114710/presiden-trump-minta-saudi-percepat-investigasi-kasus-tewasnya-jamal-khashoggi
No comments:
Post a Comment