Pages

Sunday, December 1, 2019

Survei: Tingkat Stres Wanita Yang Bekerja Lebih Tinggi Daripada Pria

TABLOIDBINTANG.COM - Hidup dan bekerja di kota besar konon tak mudah. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, mahalnya biaya hidup, dan kurangnya waktu istirahat membuat tingkat stres di kota besar menanjak.

Berbagai penelitian mengungkap tingkat stres masyarakat di kota besar khususnya perempuan terus meningkat setiap tahun, baik pekerja profesional maupun ibu rumah tangga. 

Hal ini terungkap dalam diskusi “Jangan Lupa Me Time Untuk Kurangi Stres” bersama Silcot Maximizer Cotton dari Uni-Charm Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Diskusi itu mengutip hasil survei yang dilakukan American Psychological Association. Survei itu menyebut 49 persen perempuan yang bekerja memiliki tingkat stres yang terus meningkat selama lima tahun terakhir. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria yang presentasenya hanya 39 persen. Stres tak bisa dihindari. Pertanyaan yang kemudian muncul, apa yang bisa dilakukan kaum hawa untuk mengurangi level stres? Perempuan dapat melakukan berbagai hal, salah satunya “me time.”

“Me time” adalah momen untuk bersantai sejenak sembari melakukan hal yang disukai. “Me time” bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk di rumah saat semua aktivitas harian selesai. Ini pula yang diusung Silcot Maximizer Cotton dalam kampanye terbarunya, “It's #SilcotTime.” Kampanye ini mengajak perempuan Indonesia memaksimalkan perawatan kulit sebelum istirahat dengan langkah sederhana. Dengan Silcot, ritual perawatan kulit sebelum tidur jadi momen memanjakan diri yang menyenangkan. 

Dengan teknologi Micro Sponge, kapas ini memungkinkan cairan skincare meresap dua kali lebih maksimal sehingga kulit wajah mendapat asupan lebih maksimal. Kulit menjadi lebih lembap dan segar. Saat memperkenalkan Silcot kepada media, Presiden Direktur PT. Uni-Charm Indonesia, Yuji Ishii menjelaskan, “Ini sebuah inovasi dengan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya. Kami ingin perempuan Indonesia memiliki kulit yang lebih sehat sehingga lebih percaya diri dalam menjalani aktivitasnya.”

Let's block ads! (Why?)

https://www.tabloidbintang.com/gaya-hidup/read/140131/survei-tingkat-stres-wanita-yang-bekerja-lebih-tinggi-daripada-pria

Tagar #StafsusRasaBuzzeRp Trending, Cuitan Billy Mambrasar Penyebabnya - Suara.com

Suara.com - Kicauan yang dibuat Staf khusus (stafsus) Presiden Jokowi dari kalangan milenial, Gracia Billy Yosaphat Membrasar memicu perdebatan. Warganet ramai-ramai membuat tagar #StafsusRasaBuzzeRp di Twitter.

Pantauan Suara.com, tagar #StafsusRasaBuzzeRp telah dipakai dalam lebih dari 6 ribu cuitan pada Minggu (1/12/2019) siang. Tagar ini pun masuk ke dalam daftar trending topic di Twitter.

Warganet mempersoalkan kicauan Billy yang menyebut 'kubu sebelah megap-megap'.

"Stlh membahas ttg Pancasila (yg bikin kubu sebelah megap2), lalu kerja mendesign kartu Pra-kerja di Jkt, lalu sy ke Pulau Damai penuh keberagaman: BALI! Utk mengisi materi co-working space,mendorong bertambahnya jumlah entrepreneur muda, utk pengurangan pengangguran dan angka kemiskinan," tulis Billy melalui akun Twitter pribadinya @kitongbisa, Sabtu (30/11/2019).

Meskipun Billy sudah menghapus cuitan tersebut, warganet terlanjur mengunggah screenshot-nya ke media sosial.

Bahkan mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga memberikan respon. Dia menjawab pertanyaan warganet yang bertanya dan menyertakan tagar #StafsusRasaBuzzeRp.

Tagar #StafsusRasaBuzzeRp masuk trending topic Twitter, cuitan Billy Mambrasar menjadi penyebabnya (Twitter)
Tagar #StafsusRasaBuzzeRp masuk trending topic Twitter, cuitan Billy Mambrasar menjadi penyebabnya (Twitter)

"Ijin tanya pak,,,apakah stafsus termasuk bagian dari pemerintah pak ? #StafsusRasaBuzzeRp," tanya seorang warganet.

Fahri Hamzah menjawab, "Setiap yang mendapat SK pejabat publik (presiden, dll) lalu menggunakan uang negara (gaji dll) maka ia adalah pejabat publik dengan segala konsekwensinya".

Billy kemudian memberikan klarifikasi sekalius permintaan maaf atas kicauannya yang memicu perdebatan tersebut.

"Assalamu'alaikum dan salam sejahtera untuk kita semua. Saya pertama memohon maaf atas kesalahpahaman yang muncul karena salah 1 cuitan saya yang menggunakan kata yang menimbulkan multitafsir, yaitu kata: 'Kubu'," tutur Billy melalui Twitter, Minggu (1/12/2019).

Klarifikasi Stafsus milenial, Billy Mambrasar atas cuitannya yang dipermasalahkan warganet (twitter @kitongbisa)
Klarifikasi Stafsus milenial, Billy Mambrasar atas cuitannya yang dipermasalahkan warganet (twitter @kitongbisa)

Ia tidak bermaksud menuduh sebagian kelompok tertentu dan memutuskan menghapus cuitannya agar tidak menjadi polemik berkepanjangan

"Bahwasanya saya tidak bermaksud tendensius ke kelompok masyarakat manapun. Saya sudah melakukan klarifikasi & utk menghindari polemik berlanjut telah menghapus twit tersebut. Saya dengan ini memohon untuk dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya karena kesalahpahaman tersebut," ungkapnya.

Pendiri pusat studi Kitong Bisa ini juga menjelaskan bahwa dirinya berasal dari keluarga dengan beragam suku dan agama.

Ia pun mengatakan, "dari kecil saya diajari indahnya perdamaian & saling sayang yang diajarkan Islam & rasa kasih dari Kristen. Saya menyaksikan keindahan dari hidup di Indonesia di tengah-tengah keluarga kami. Itulah sebabnya tidak pernah sekalipun saya menyatakan hal-hal berbau kebencian & kecurigaan".

Billy juga mengakui mengakui bahwa dirinya sebagai pejabat publik yang bertanggung jawab untuk bekerja bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Mohon dukungannya agar saya bekerja secara amanah, objektif & jujur untuk seluruh bangsa Indonesia, apapun agamanya & sukunya. Mohon doanya & maafkan kekhilafan saya," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)

https://www.suara.com/news/2019/12/01/151448/tagar-stafsusrasabuzzerp-trending-cuitan-billy-mambrasar-penyebabnya