Pages

Wednesday, June 19, 2019

Perceraian Orang Tua Bisa Menyebabkan Obesitas pada Anak, Ini Pemicunya

Perceraian Orang Tua Bisa Menyebabkan Obesitas pada Anak, Ini Pemicunya

Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Ketika orang tua bercerai, anak sudah pasti akan merasakan dampaknya. Di luar dampak psikologis, ternyata ada pula dampak fisik yang berpotensi dialami anak yang orang tuanya bercerai.

Sebuah studi yang dilakukan di London, Inggris, menyebutkan bahwa perceraian orang tua bisa memberikan dampak signifikan pada pertambahan berat badan anak terutama ketika mereka berusia di bawah enam tahun saat orang tua bercerai.

Para peneliti dari London School of Economics and Political Science menganalisa data pada 7.547 anak yang lahir antara tahun 2000 hingga 2002. Dalam temuannya, para peneliti mengungkapkan bahwa anak-anak berusia di bawah enam tahun yang orang tuanya bercerai cenderung kurang mendapatkan asupan makanan dengan nutrisi seimbang sehingga mudah mengalami obesitas.

Penelitian ini juga menyebutkan beberapa alasan yang menyebabkan anak dari orang tua bercerai mengalami peningkatan berat badan secara signifikan sebagai berikut.

- Bercerai menyebabkan penghasilan orang tua, terutama ibu berkurang. Anak banyak mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan tinggi kalori.
- Orang tua tunggal harus bekerja ekstra keras demi memenuhi kebutuhan rumah tangga sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan makanan sehat dan bernutrisi bagi anak.
- Tidak ada dana untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler seperti olah raga dan berekreasi di luar rumah.
- Kelelahan mencari nafkah membuat orang tua tunggal tidak punya waktu untuk memikirkan rencana membentuk pola makan sehat bagi anak.
- Masalah emosional membuat orang tua tunggal melampiaskannya dengan makan makanan tinggi lemak dan gula di mana sangat mungkin orang tua berbagi makanan dengan anaknya.

(riz/ari)

Rekomendasi

Let's block ads! (Why?)

https://aura.tabloidbintang.com/articles/psikologi/131496-perceraian-orang-tua-bisa-menyebabkan-obesitas-pada-anak-ini-pemicunya

No comments:

Post a Comment