TABLOIDBINTANG.COM - Kasus pembunuhan Jamal Khashoggi bisa merusak stabilitas Timur Tengah, kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jim Mattis. Washington pun akan mengambil langkah-langkah terhadap mereka yang harus bertanggung jawab.
"Dengan kepentingan kolektif dalam perdamaian dan penghormatan bagi HAM, pembunuhan Khashoggi di sebuah fasilitas diplomatik harus menjadi kekhawatiran besar kita semua. Kegagalan sebuah negara untuk menjunjung tinggi norma-norma internasional dan aturan hukum, bisa merusak stabilitas kawasan," kata Jim Mattis dalam sebuah konferensi di Bahrain, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 28 Oktober 2018.
Pernyataan im Mattis itu kritik paling tajam yang pernah dilontarkan terkait pembunuhan Jamal Khashoggi. Kendati mengecam, Jim Mattis menyebut Amerika Serikat dan Kerajaan Arab Saudi masih harus bekerja sama untuk mewujudkan stabilitas di kawasan.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ingin mengetahui kasus ini sampai ke akarnya. Namun saat yang sama dia pun menyoroti peran Riaydh sebagai sekutu Amerika Serikat melawan Iran dan kelompok-kelompok radikal. Kerajaan Arab Saudi adalah pembeli terbesar senjata Amerika Serikat.
Sikap Donal Trump itu dikritik Dennis Ross, mantan penasehat presiden untuk urusan Timur Tengah periode pertama pemerintahan Barack Obama. Ross mengatakan sulit mengharapkan pemerintahan Donald Trump berubah secara fundamental terkait pandangannya pada peran Arab Saudi dalam memerangi terorisme, khususnya Iran.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, akhir pekan lalu mengatakan Washington telah mencabut visa 21 individu berkewarganegaraan Arab Saudi atau membuat mereka tak memenuhi syarat mendapatkan visa Amerika Serikat. Keputusan itu diambil terkait pembunuhan Jamal Khashoggi.
https://www.tabloidbintang.com/berita/peristiwa/read/114997/kasus-jamal-khashoggi-dikhawatirkan-bisa-merusak-stabilitas-kawasan
No comments:
Post a Comment